Jumat, 25 Maret 2016

Adakah Kita Tergesa-gesa dalam Berdo’a ?


Pernahkah kita berulang kali berdo’a namun tak juga Allah kabulkan? Sudah berusaha semaksimal yang kita bisa namun apa yang kita pinta tak juga Allah berikan ?


Pernahkah kita berulang kali berdo’a namun tak juga Allah kabulkan? Sudah berusaha semaksimal yang kita bisa namun apa yang kita pinta tak juga Allah berikan ? Mungkin sebagian kita pernah berkata, “Aku sudah berdo’a kepada Allah tapi kenapa Allah tak juga mengabulkan do’aku..” ?

Perkataan ini akan keluar dari seseorang yang lemah hatinya dan dia tidak yakin sepenuhnya kepada Allah.

Bukankah kita sering membaca firman Nya,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepada Ku.” (QS Al Baqarah 186)

Renungkanlah!

Allah Ta’ala sendiri yang berfirman bahwa Allah akan mengabulkan do’a hamba-Nya yang berdo’a kepada Nya. Do’a kita pasti akan dikabulkan, selama do’a itu bukan berupa keburukan atau memutus hubungan silaturahim. Entah di dunia ataupun di akhirat, do’a kita pasti akan dikabulkan. Kita tidak tahu, sedangkan Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita.

Akan tetapi di sana ada penghalang-penghalang do’a yang menyebabkan do’a kita tidak juga dikabulkan. Salah satu penghalang tersebut adalah tergesa-gesa dalam berdo’a.

Bagaimana seseorang bisa disebut tergesa-gesa dalam berdo’a?

Dia putus asa dalam berdoa, sampai mengatakan, “Kenapa do’aku tidak juga Allah kabulkan ? Padahal aku sudah berulang-ulang berdo’a kepada Allah”, atau perkataan semisalnya yang maknanya sama. Kemudian dia meninggalkan do’a tersebut. Seakan-akan dia protes kepada Allah, kemudian dia berprasangka buruk kepada Allah.

Nabi –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda:

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia berdo’a bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya Rasulallah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdo’a ?’. Kemudian Rasulullah menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku telah berdo’a dan berdo’a, namun tak juga aku melihat do’aku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan do’a tersebut”. (HR Muslim)

Mungkin seringkali kita tidak menyadari bahwa kata-kata yang keluar dari lisan kita justru yang menghalangi terkabulnya do’a kita. Hal ini disebabkan karena lemahnya ilmu dan iman kita. Hanya kepada Allah kita memohon ampun.

Teruslah berdo’a, meski kita belum melihat do’a kita terkabulkan. Karena terkadang Allah mengabulkan do’a kita dengan sesuatu yang lain. Tidak selalu dengan apa yang kita pinta. Mungkin dengan bentuk yang lain, sesuatu yang menurut Allah lebih baik untuk kita dari pada do’a yang kita pinta, bisa juga berbentuk diampuninya dosa-dosa kita, atau naiknya derajat kita di sisi Allah. Atau karena Allah menyukai rintihan permohonan kita di waktu malam sehingga Allah menunda pengabulannya, atau mungkin Allah kabulkan do’a kita di akhirat. Allah yang Maha Tahu, sedangkan kita tidak tahu.

Tergesa-gesa dalam berdo’a hanyalah salah satu dari beberapa sebab yang dapat mencegah terkabulnya do’a. Penting bagi kita untuk mengetahui sebab-sebab yang mencegah terkabulnya do’a, agar kita dapat menghindarinya.

Wallahu a’lam.

 ———————————————————–

Penulis: Rizki Ratih MD

Marji’ : Ad Da’ Wa Dawa’, Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah

Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Maunya Tampil Seksi Ternyata …

Gaya berpakaian menggunakan celana ketat dan menempel erat di kulit ternyata berbahaya bagi kesehatan



Kaos pas badan ditambah dengan celana ketat sebatas pinggul –bukan pinggang, lho!– ditempelkan di tubuh. Pikirnya, dengan gaya hip kayak gini, gaul pun jadi lebih mudah. Sesuai namanya, hip dalam bahasa Inggris berarti pinggul, hip style ditandai dengan celana panjang ketat yang tak sepanjang biasanya. Jika celana panjang normal menempel di pinggang, model hipster nyangkut di pinggul. Kalau dipadukan dengan kaus pendek ketat, pemakainya jelas terlihat lebih seksi. Prinsip gaya ini memang untuk membuat tubuh pemakai lebih ramping dan seksi.

Mau tampil kayak gini? Sebentar, pikir dengan matang dulu. Selain perlu ditanyakan ke ustadz, mungkin kamu juga perlu tahu info kesehatan tentang gaya hip kayak gitu.

Parathesia

Baru-baru ini ada kabar tentang gaya hip ditinjau dari kesehatan dan yang menyampaikan adalah orang Barat sendiri. Begini, Dr. Malvincer Parmar dari Timmins & District Hospital, Ontario, Kanada, baru-baru ini menyatakan, celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit parathesia. Istilah parathesia sendiri, menurut Kamus Kedokteran Dorland, berarti perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar dan sejenisnya.

Dalam tulisannya di Canadian Medical Association Journal, Parmar mengaku, setahun ini kedatangan cukup banyak pasien yang bisa dikategorikan sebagai korban parathesia. Dia sudah mengobati sedikitnya tiga wanita berusia 22-35 tahun yang mengeluhkan rasa panas dan gatal di sekitar paha. Gangguan saraf ringan itu terjadi lantaran mereka suka sekali memakai celana ketat sebatas pinggul, setidaknya dalam enam bulan terakhir.

Mereka mengalami gejala yang sama, gatal dan panas serta kulit di sekitar paha menjadi lunak,” kata Parmar. Parathesia gampang dikenali. Gejalanya adalah kesemutan dan lama-kelamaan berubah menjadi mati rasa. Kesemutan terjadi lantaran terganggunya saraf tepi. Umumnya karena tertekan, infeksi, maupun gangguan metabolisme.

Walaupun kerusakan syaraf itu tidak masuk kategori serius, hal itu cukup mengganggu aktivitas korbannya. Hasil penelitian Parmar menunjukkan, kelainan itu menjadi permanen selama celana ketat sepinggul melilit di tubuh. Itu sebabnya Parmar menyarankan menjauhi segala macam pakaian ketat selama terapi.

Resep puasa seksi itu terbukti manjur. Setelah enam minggu mengubah gaya pakaian, pasien-pasien mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Namun, dia tidak bisa menjamin mereka ini tak akan mengalami gangguan serupa jika kembali tergoda ber-hip style.

Apa nasehat Parmar? “Saya sarankan, sebaiknya tinggalkan pakaian sepinggul. Pakailah yang longgar-longgar atau baju terusan saja,” sambung Parmar.



—————————————————————————————-

Diketik ulang dari majalah el-Fata edisi 12/111/2003 hal 60-61

Makan Yang Pedas, Enaknya pakai Lalapan?


Dibuktikan bahwa makanan yang mengandung senyawa solamargine dapat meningkatkan kadar HER2, yang merupakan salah satu petanda timbulnya kanker payudara


Anda penggemar sambal? Anda penggemar lauk bakaran, seperti ayam bakar dan sejenisnya? Makanan-makanan itu sangat sering kita temui dengan teman akrabnya, yaitu “lalapan”. Lalapan bisa bervariasi, yang sering digunakan antara lain kubis, kacang panjang, terong pokak (Jawa Timur), Leunca (Sunda), tomat, dan kemangi.

Kebanyakan kita mengira bahwa semua lalapan itu aman, ‘kan alami, apalagi ada anjuran ketika makan bakaran harus disertai makan lalapan untuk meminimalisir efek negatifnya. Tapi tahukah kita, tidak semua lalapan itu sehat dan aman lho..

Dalam sebuah paper penelitian milik Shiu, 2009 dengan judul “Solamargine induces apoptosis and enhances susceptibility to trastuzumab and epirubicin in breast cancer cells with low or high expression levels of HER2/neu”[3] dibuktikan bahwa makanan yang mengandung senyawa solamargine dapat meningkatkan kadar HER2, yang merupakan salah satu petanda timbulnya kanker payudara.

Lalu, senyawa solamargine itu terdapat dalam makanan apa saja ya?

Solamargine merupakan senyawa yang biasanya terdapat pada tumbuhan keluarga Solanaceae, seperti kentang, terong, tomat, dan terung-terungan lainnya.. Ternyata tanaman yang mengandung solamargine sering kita jumpai ya.. Bahkan sangat akrab dengan menu kita sehari hari.

Kalau begitu, pria aman-aman saja ya jika mengonsumsi tumbuhan yang mengandung solamargine, kan resikonyan kanker payudara ?. Perlu menjadi perhatian, bahwa kanker payudara tidak hanya menyerang wanita. Pria tetap berisiko mengidap kanker payudara, walaupun risikonya lebih kecil dari wanita.

Mengingat hidup di zaman sekarang yang penuh dengan polusi udara, dan paparan-paparan senyawa kimia, yang dapat menimbulkan radikal bebas, maka sudah seharusnya kita lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Perlu diketahui bahwa radikal bebas, seperti asap kendaraan, limbah udara dari pabrik, asap rokok, makanan-makanan instan, merupakan sumber pemicu terbentuknya radikal bebas dalam tubuh kita. Ketika radikal bebas tersebut masuk dalam tubuh kita dan tubuh tidak mempunyai pertahanan diri yang bagus, maka radikal bebas tersebut akan menyebabkan timbulnya kanker.

Rasul –shallallaahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

عَنْ أَبِـيْ سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri –radhiyallahu ‘anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Daruquthni, dan selainnya).

Maka dengan niatan mengamalkan hadits Rasul diatas, sebaiknya kita meminimalisir atau bahkan meninggalkan makanan yang mengandung solamargine tersebut. Masih banyak tanaman-tanaman lain yang Allah tumbuhkan, yang sehat dan aman untuk kita konsumsi. [1]

Bukankah Allah itu lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah?

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan”.[2]

Allahul Musta’an
———
Referensi :
1. al-Muwaththa’ (II/571, no. 31)
2. HR. Muslim (no. 2664)
3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18699774

6 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Siwak


Kali ini, kita akan membahas tentang menyikat gigi khususnya dengan Siwak atau Miswak dari kayu arok (Salvadora persica)



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Imam An Nawawi mengatakan, bahwa bersiwak (dari segi perbuatan) dapat diartikan apa saja yang bisa menghilangkan kotoran dari gigi dan mulut. Jadi, menyikat gigi, berkumur dengan obat kumur, dan menggunakan benang gigi (flossing) dapat dikatakan sebagai kegiatan bersiwak.

Kali ini, kita akan membahas tentang menyikat gigi khususnya dengan Siwak atau Miswak dari kayu arok (Salvadora persica). Ada 6 hal yang perlu kita ketahui terkait siwak dan penggunaannya, yaitu:

1. Para ahli merekomendasikan siwak

Para ulama mengatakan bahwa siwak dari kayu arak lebih utama dibanding sikat gigi1.

World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan siwak untuk menyikat gigi2.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan kayu siwak lebih efektif dalam mengurangi bakteri yang ada pada gigi dan mulut dibanding sikat gigi modern.

2. Kayu siwak membersihkan gigi dan mulut secara mekanis dan kimia sekaligus3

Secara mekanik, kayu siwak dapat menyikat permukaan gigi seperti halnya sikat gigi. Saat menggunakan siwak, kita tidak perlu menggunakan pasta gigi, karena kandungan dalam pasta gigi seperti antibakteri dan fluoride juga dimiliki oleh siwak (pembersihan secara kimiawi)4.

3. Cara memegang siwak

Tangan kanan atau tangan kiri? Gunakan tangan kanan jika berniat untuk menjalankan sunnah, tapi gunakan tangan kiri jika berniat membersihkan kotoran dari gigi dan mulut.

Bersiwak dengan niat sunnah misalnya, sebelum wudhu, saat akan sholat, membaca Al-Qur’an, masuk ke dalam rumah, dan saat bangun malam untuk sholat tahajjud.5

4. Bagian yang harus dibersihkan

Bagian gigi yang harus dibersihkan meliputi permukaan depan, sela antar gigi, permukaan dalam, dan permukaan untuk mengunyah. Gusi, lidah dan langit-langit mulut juga sebaiknya disikat karena dapat menjadi sarang bakteri.

5. Cara menyikat gigi dan mulut dengan siwak

Cara menyikat gigi yang benar adalah dengan menyikat seluruh permukaan gigi tanpa terkecuali. Bentuk bulu siwak yang lurus dengan pegangannya akan sedikit menyulitkan saat menyikat gigi, khususnya untuk gigi belakang. Jadi, saat menggunakan siwak pastikan setiap permukaan gigi tersikat bersih agar tidak ada sisa makanan yang menumpuk.

6. Teknik menyikat gigi

Teknik yang digunakan pada dasarnya adalah menyikat tanpa melukai jaringan lunak. Sikat semua permukaan gigi dari gusi ke gigi satu arah, kecuali pada permukaan untuk mengunyah gunakan gerakan menggosok. Lidah dan langit-langit disikat dari belakang ke depan.6

***

Penulis: Shofi An Nisa

Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits

____

Catatan kaki:

1 Kajian ust. Faharuddin, Kitab Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz.

2 WHO, 1984, Prevention Methods and Programmes for Oral Health. Report of a WHO Expert Committee Technical Report Series 713

3 Miswak: A Periodontist’s Perspective

4 Kumar dkk., 2012, A Critical Review on Salvadora percisa: An Important Medicinal Plant of Arid Zone

5 ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi, 2011, Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz (terj.).

6 American Dental Hygienist Association, Proper Brushing

Ketika Wanita Sering Haid (Polimenorea)


Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid hingga 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah pendarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.


Definisi

Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid hingga 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah pendarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.

Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia merupakan suatu pendarahan irregular yang terjadi diantara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.

Penyebab

Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium.

Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon tersebut dapat terjadi pada:


  1. 3-5 tahun pertama setelah haid pertama.
  2. Beberapa tahun menjelang menopause.
  3. Gangguan indung telur.
  4. Stress dan depresi.
  5. Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia).
  6. Penurunan berat badan berlebihan.
  7. Obesitas
  8. Olahraga berlebihan, misalnya atlit.
  9. Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, anti-inflamasi non steroid.

Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa kedokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung secara terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus.

Di samping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi. Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.

***

Diketik ulang dari faedah daurah “Muslimah: Cantik dan Sehat, Gaya Hidup Syar’i” bersama dr. Avie Andriyani (UmmuShofiyyah)

Rabu, 23 Maret 2016

Mengharap Suami yang Ideal


Bagaimana mungkin kita menuntut suami agar menjadi suami yang ideal; menuntut ini dan itu, sementara kita tidak mau berusaha memperbaiki diri



Saudariku, para istri yang mulia. Bagaimana mungkin kita menuntut suami agar menjadi suami yang ideal; menuntut ini dan itu, sementara kita tidak mau berusaha memperbaiki diri? Kerap kali seorang wanita hanya pandai menuntut dan merasa tidak puas tanpa mau memandang permasalahan secara bijak.

Untuk menyikapi permasalahan ini secara lebih jelas, ada baiknya kami paparkan beberapa contoh kasus berikut ini:

Kasus Pertama

 Seorang istri mengeluhkan suaminya karena tidak pernah kerasan tinggal di rumah. Ada saja alasan yang ia kemukakan untuk dapat segera meninggalkan rumah. Ia pergi sejak pagi-pagi buta dan baru kembali menjelang malam. Ia pun terus-menerus mengajukan protes dan menuntut  suaminya agar betah tinggal di rumah.

Namun sayangnya, sang istri tidak memandang akar permasalahan secara bijak, mengapa suaminya tidak kerasan tinggal di rumah?

Ternyata semua itu berpangkal dari kelalaian istri itu sendiri. Pasalnya, ia adalah seorang istri yang awut-awutan dan berantakan; sama sekali tidak pandai menciptakan suasana rumah yang nyaman. Hampir semua sudut rumah berantakan, ditambah lagi dengan kondisi anak-anaknya yang tak sedap dipandang mata. Ia juga tak pandai menjaga penampilan di hadapan suaminya, tidak terampil mengurus rumah tangga dan selalu menyuguhi suami dengan berbagai masalah dan keluhan. Jika demikian keadaannya, patutkah ia menuntut suami agar betah tinggal di rumah?

Kasus Kedua

Seorang istri mengeluhkan suaminya yang tidak suka makan di rumah, dan lebih senang jajan di luar. Ia segera melontari suami dengan kata-kata yang pedas, seolah-olah tidak menghargai jerih payahnya dan lain sebagainya. Ia menuntut suaminya agar makan di rumah tanpa melihat apa sebenarnya yang menyebabkan suaminya lebih suka makan di luar. Padahal, kenyataannya ia adalah seorang istri yang tidak terampil memasak dan tidak juga mau belajar memasak. Bagaimanakah mungkin ia bisa menuntut suaminya agar puas makan di rumah?

Kasus Ketiga

Seorang istri mengeluhkan suaminya yang lemah dan sering sakit-sakitan. Ia pun merasa kesal mengapa suaminya tidak bisa bugar seperti kondisi suami-suami lainnya. Namun ia sama sekali tidak menyadari bahwa ternyata dirinya adalah seorang istri yang tidak pandai merawat dan mengurus suami. Jika demikian kondisinya, tepatkah sikap mengeluh yang ditunjukkan itu?

Saudariku, itu hanyalah beberapa contoh kasus yang bisa kita jadikan pelajaran. Pada prinsipnya, bagaimana mungkin seorang menuntut hak apabila kewajiban dilalaikan ?. Bagaimana mungkin seorang istri menuntut suami yang shalih sementara kita tidak berusaha menjadi istri shalihah ?. Patutkah kita memimpikan suami kita menjadi suami idaman sementara kita bukan tipe istri idaman ?.

Ada kaidah yang sudah dimaklumi bersama, bahwa di alam ini selalu ada aksi dan rekasi. Reaksi yang timbul sangat bergantung pada aksi. Apabila aksi baik, biasanya reaksi yang timbul juga baik. Sebaliknya, apabila aksi yang ditampilkan tidak baik, reaksinya pun tidak akan baik. Sungguh benarlah firman Allah Jalla Jalaaluhu:

هَلْ جَزَآءُ الإِحْسَانِ إِلاَّ الإِحْسَان

“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman [55]: 60)

Oleh karena itu, jangan tergesa-gesa mengatakan hal yang tidak-tidak tentang suami sebelum kita melihat bagaimana sebenarnya keadaan dan sikap kita sendiri. Sebab, bisa jadi sikap suami yang tidak mengenakkan hati itu hanyalah sebuah rekasi dari sikap dan perilaku kita sendiri.



————————————————————————–

Diketik ulang dari buku “Surat Terbuka untuk Para Istri” karya Ummu Ihsan dan Abu Ihsan al-Atsari

Senin, 29 Februari 2016

Wanita yang Berkah, Kamukah Itu?

Keberadaan istri terkadang menjadi sumber keberkahan bagi seorang lelaki. Karena lelaki yang menjadi suami, dia harus menanggung nafkah istri dan anaknya



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Diantara janji Allah bagi orang yang menikah, Allah janjikan kecukupan untuk mereka,
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Kawinkanlah orang-orang yang masih lajang diantara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari budak-budak lelaki dan budak-budak perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya”. (QS. an-Nur: 32).
Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ
Ada 3 orang yang dijamin oleh Allah untuk membantunya: Mujahid fi sabilillah, orang yang menikah karena menjaga kehormatan dirinya, dan budak yang hendak menebus dirinya untuk merdeka.” (HR. Nasa’I no. 3133, Turmudzi no. 1756 dan dihasankan al-Albani).
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mengatakan,
رغبهم الله في التزويج، وأمر به الأحرار والعبيد، ووعدهم عليه الغنى
Allah memotivasi hambanya untuk menikah, sebagai perintah yang ditujukan untk orang merdeka maupun budak. Dan Allah menjanjikan kepada mereka kecukupan”. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/51)
Demikian pula dinyatakan dalam keterangan Ibnu Mas’ud,
التمسوا الغنى في النكاح
“Carilah kekayaan dalam pernikahan”. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/51).

Wanita yang Berkah

Karena itu, keberadaan istri terkadang menjadi sumber keberkahan bagi seorang lelaki. Karena lelaki yang menjadi suami, dia harus menanggung nafkah istri dan anaknya. Sehingga jalur rizki mereka melalui suami yang menjadi sumber nafkah bagi keluarganya.
Syaikh Muhammad Mukhtar as-Syinqithi mengatakan,
أن بعض النساء المباركة …بعض النساء المباركة إذا تزوج الانسان بورك له في ماله وبورك له في رزقه وبورك له في كسبه
“Sebagian wanita itu berkah.. wanita yang berkah, ketika dinikahi lelaki, maka hartanya diberkahi, rizkinya diberkahi, dan pekerjaannya diberkahi.” (Rekaman Liqa’ Maftuh)
Kemudian beliau membawakan atsar dari A’isyah radhiyallahu ‘anha yang mengatakan,
تزوجوا النساء يأتينكم بالأموال
“Nikahilah wanita, karena akan mendatangkan harta bagi kalian”. (HR. Hakim 2679 dan dinilai ad-Dzahabi sesuai syarat Bukhari dan Muslim).
Tentu saja ini tidak berlaku untuk semua wanita. Sebagaimana ada wanita yang mendatangkan kemudahan dan keberkahan bagi suami, ada juga wanita yang kondisinya sebaliknya, dia justru mendatangkan masalah bagi suaminya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan 3 sumber kebahagiaan manusia dan 3 sumber masalah bagi manusia.
Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أربع من السعادة : المرأة الصالحة والمسكن الواسع والجار الصالح والمركب الهنيء وأربع من الشقاوة : الجار السوء والمرأة السوء والمسكن الضيق والمركب السوء
“Ada 4 yang mendatangkan kebahagiaan: istri shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan ada 4 yang mendatangkan kesusahan: tetangga yang jahat, istri yang jahat, rumah yang sempit, dan kendaraan yan tidak nyaman dipakai.”(HR. Ibnu Hibban 4032 dan sanad dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Berlatihlah untuk menjadi wanita shalihah, agar anda menjadi wanita yang berkah.
Allahu a’lam
 —————————————————————————————————–
Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel www.muslimah.or.id