Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

Makan Yang Pedas, Enaknya pakai Lalapan?


Dibuktikan bahwa makanan yang mengandung senyawa solamargine dapat meningkatkan kadar HER2, yang merupakan salah satu petanda timbulnya kanker payudara


Anda penggemar sambal? Anda penggemar lauk bakaran, seperti ayam bakar dan sejenisnya? Makanan-makanan itu sangat sering kita temui dengan teman akrabnya, yaitu “lalapan”. Lalapan bisa bervariasi, yang sering digunakan antara lain kubis, kacang panjang, terong pokak (Jawa Timur), Leunca (Sunda), tomat, dan kemangi.

Kebanyakan kita mengira bahwa semua lalapan itu aman, ‘kan alami, apalagi ada anjuran ketika makan bakaran harus disertai makan lalapan untuk meminimalisir efek negatifnya. Tapi tahukah kita, tidak semua lalapan itu sehat dan aman lho..

Dalam sebuah paper penelitian milik Shiu, 2009 dengan judul “Solamargine induces apoptosis and enhances susceptibility to trastuzumab and epirubicin in breast cancer cells with low or high expression levels of HER2/neu”[3] dibuktikan bahwa makanan yang mengandung senyawa solamargine dapat meningkatkan kadar HER2, yang merupakan salah satu petanda timbulnya kanker payudara.

Lalu, senyawa solamargine itu terdapat dalam makanan apa saja ya?

Solamargine merupakan senyawa yang biasanya terdapat pada tumbuhan keluarga Solanaceae, seperti kentang, terong, tomat, dan terung-terungan lainnya.. Ternyata tanaman yang mengandung solamargine sering kita jumpai ya.. Bahkan sangat akrab dengan menu kita sehari hari.

Kalau begitu, pria aman-aman saja ya jika mengonsumsi tumbuhan yang mengandung solamargine, kan resikonyan kanker payudara ?. Perlu menjadi perhatian, bahwa kanker payudara tidak hanya menyerang wanita. Pria tetap berisiko mengidap kanker payudara, walaupun risikonya lebih kecil dari wanita.

Mengingat hidup di zaman sekarang yang penuh dengan polusi udara, dan paparan-paparan senyawa kimia, yang dapat menimbulkan radikal bebas, maka sudah seharusnya kita lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Perlu diketahui bahwa radikal bebas, seperti asap kendaraan, limbah udara dari pabrik, asap rokok, makanan-makanan instan, merupakan sumber pemicu terbentuknya radikal bebas dalam tubuh kita. Ketika radikal bebas tersebut masuk dalam tubuh kita dan tubuh tidak mempunyai pertahanan diri yang bagus, maka radikal bebas tersebut akan menyebabkan timbulnya kanker.

Rasul –shallallaahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

عَنْ أَبِـيْ سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri –radhiyallahu ‘anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Daruquthni, dan selainnya).

Maka dengan niatan mengamalkan hadits Rasul diatas, sebaiknya kita meminimalisir atau bahkan meninggalkan makanan yang mengandung solamargine tersebut. Masih banyak tanaman-tanaman lain yang Allah tumbuhkan, yang sehat dan aman untuk kita konsumsi. [1]

Bukankah Allah itu lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah?

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan”.[2]

Allahul Musta’an
———
Referensi :
1. al-Muwaththa’ (II/571, no. 31)
2. HR. Muslim (no. 2664)
3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18699774

6 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Siwak


Kali ini, kita akan membahas tentang menyikat gigi khususnya dengan Siwak atau Miswak dari kayu arok (Salvadora persica)



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Imam An Nawawi mengatakan, bahwa bersiwak (dari segi perbuatan) dapat diartikan apa saja yang bisa menghilangkan kotoran dari gigi dan mulut. Jadi, menyikat gigi, berkumur dengan obat kumur, dan menggunakan benang gigi (flossing) dapat dikatakan sebagai kegiatan bersiwak.

Kali ini, kita akan membahas tentang menyikat gigi khususnya dengan Siwak atau Miswak dari kayu arok (Salvadora persica). Ada 6 hal yang perlu kita ketahui terkait siwak dan penggunaannya, yaitu:

1. Para ahli merekomendasikan siwak

Para ulama mengatakan bahwa siwak dari kayu arak lebih utama dibanding sikat gigi1.

World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan siwak untuk menyikat gigi2.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan kayu siwak lebih efektif dalam mengurangi bakteri yang ada pada gigi dan mulut dibanding sikat gigi modern.

2. Kayu siwak membersihkan gigi dan mulut secara mekanis dan kimia sekaligus3

Secara mekanik, kayu siwak dapat menyikat permukaan gigi seperti halnya sikat gigi. Saat menggunakan siwak, kita tidak perlu menggunakan pasta gigi, karena kandungan dalam pasta gigi seperti antibakteri dan fluoride juga dimiliki oleh siwak (pembersihan secara kimiawi)4.

3. Cara memegang siwak

Tangan kanan atau tangan kiri? Gunakan tangan kanan jika berniat untuk menjalankan sunnah, tapi gunakan tangan kiri jika berniat membersihkan kotoran dari gigi dan mulut.

Bersiwak dengan niat sunnah misalnya, sebelum wudhu, saat akan sholat, membaca Al-Qur’an, masuk ke dalam rumah, dan saat bangun malam untuk sholat tahajjud.5

4. Bagian yang harus dibersihkan

Bagian gigi yang harus dibersihkan meliputi permukaan depan, sela antar gigi, permukaan dalam, dan permukaan untuk mengunyah. Gusi, lidah dan langit-langit mulut juga sebaiknya disikat karena dapat menjadi sarang bakteri.

5. Cara menyikat gigi dan mulut dengan siwak

Cara menyikat gigi yang benar adalah dengan menyikat seluruh permukaan gigi tanpa terkecuali. Bentuk bulu siwak yang lurus dengan pegangannya akan sedikit menyulitkan saat menyikat gigi, khususnya untuk gigi belakang. Jadi, saat menggunakan siwak pastikan setiap permukaan gigi tersikat bersih agar tidak ada sisa makanan yang menumpuk.

6. Teknik menyikat gigi

Teknik yang digunakan pada dasarnya adalah menyikat tanpa melukai jaringan lunak. Sikat semua permukaan gigi dari gusi ke gigi satu arah, kecuali pada permukaan untuk mengunyah gunakan gerakan menggosok. Lidah dan langit-langit disikat dari belakang ke depan.6

***

Penulis: Shofi An Nisa

Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits

____

Catatan kaki:

1 Kajian ust. Faharuddin, Kitab Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz.

2 WHO, 1984, Prevention Methods and Programmes for Oral Health. Report of a WHO Expert Committee Technical Report Series 713

3 Miswak: A Periodontist’s Perspective

4 Kumar dkk., 2012, A Critical Review on Salvadora percisa: An Important Medicinal Plant of Arid Zone

5 ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi, 2011, Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz (terj.).

6 American Dental Hygienist Association, Proper Brushing

Ketika Wanita Sering Haid (Polimenorea)


Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid hingga 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah pendarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.


Definisi

Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid hingga 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah pendarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.

Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia merupakan suatu pendarahan irregular yang terjadi diantara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.

Penyebab

Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium.

Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon tersebut dapat terjadi pada:


  1. 3-5 tahun pertama setelah haid pertama.
  2. Beberapa tahun menjelang menopause.
  3. Gangguan indung telur.
  4. Stress dan depresi.
  5. Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia).
  6. Penurunan berat badan berlebihan.
  7. Obesitas
  8. Olahraga berlebihan, misalnya atlit.
  9. Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, anti-inflamasi non steroid.

Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa kedokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung secara terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus.

Di samping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi. Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.

***

Diketik ulang dari faedah daurah “Muslimah: Cantik dan Sehat, Gaya Hidup Syar’i” bersama dr. Avie Andriyani (UmmuShofiyyah)

Minggu, 03 Januari 2016

Mandi Air Panas di Malam Hari Tidak Boleh?


Apakah anda suka mandi air panas di malam hari? Sebagian orang memilih mandi dengan air panas pada malam hari supaya bisa menghilangkan capeknya setelah seharian bekerja atau untuk menghindari suatu penyakit tertentu, namun hal itu dari segi medis


Apakah anda suka mandi air panas di malam hari? Sebagian orang memilih mandi dengan air panas pada malam hari supaya bisa menghilangkan capeknya setelah seharian bekerja atau untuk menghindari suatu penyakit tertentu, namun hal itu dari segi medis. Namun, dari segi agama bagaimana pendapat ulama mengenai hal ini, apakah diperbolehkan mandi air panas di malam hari?

Soal:
Ibuku selalu berkata kepadaku tentang mandi air panas di malam hari atau di akhir waktu, hal itu tidak diperbolehkan dalam agama karena bisa menyebabkan setan akan terganggu dan setan akan terbunuh oleh air panas. Apakah hukumnya atau adakah dalil yang berkaitan dengan hal tersebut?

Jawab:

Segala puji bagi Allah. Terdapat dua rincian mengenai hal ini:

Pertama,
Mandi dan masuk ke kamar mandi pada waktu malam hari atau siang hari tidak dimakruhkan. Sebagian ulama berpendapat, makruh hukumnya masuk ke dalam kamar mandi mendekati waktu maghrib atau antara waktu maghrib dan isya. Karena hal tersebut waktu dimana setan menyebar. Namun, pendapat yang shohih tidak makruh hukumnya masuk ke dalam kamar mandi di antara dua waktu tersebut atau waktu selainnya karena tidak ada satupun dalil syar’i yang melarangnya. Karena pada waktu tersebut sesungguhnya terdapat kebutuhan manusia yang mendesak dengan masuknya ke kamar mandi yaitu untuk mandi junub ataupun kebutuhan yang lainnya.

Dalam kitab Mathaalib Ulin-Nuha (1/189) dinyatakan,

وَلَا يُكْرَهُ دُخُولُهُ حَمَّامًا قُرْبَ غُرُوبٍ وَلَا بَعْدَهُ ، لِعَدَمِ النَّهْيِ الْخَاصِّ عَنْهُ

“Tidak dimakruhkan masuknya seseorang ke kamar mandi mendekati waktu maghrib dan tidak pula waktu setelahnya, tidak ada larangan yang khusus mengenai hal tersebut”.

Kedua,
Menuangkan air panas di kamar mandi ataupun di tempat lainnya, terkadang bisa mengganggu jin. Semacam ini merupakan suatu yang maklum dan diketahui banyak orang, karena itu, seharusnya dihindari.

Seorang muslim hendaknya berhati-hati ketika menumpahkan air panas di kamar mandi atau tempat lainnya. Agar tidak mengganggu jin sementara dia tidak tahu. Mereka para jin akan terganggu dengan adanya air panas tersebut. Perkara seperti ini banyak terbukti di lapangan. Meskipun kami tidak mengetahui adanya suatu riwayat pun (yang menjelaskan itu), baik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Dan jika seorang muslim butuh untuk menuangkan air panas, maka ucapkanlah: bismillah ketika menuangkan air panas atau sebelum masuk ke kamar mandi.

Wallaahu a’lam.

Sumber: http://islamqa.info/ar/225185
—–

Penyusun: Anita Rahmawati

Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits